ilustrasi korupsi

intren.id – Manajemen PT ASABRI membantah tuduhan korupsi di internal perusahaannya. Mereka menyebut proses penerimaan premi hingga pembayaran klaim tetap berjalan normal seperti biasa.

Hal itu disampaikan Direktur Utama ASABRI Letjen TNI (pur) Sonny Widjaja dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos kemarin. Dia menegaskan, tidak ada masalah dengan kondisi internal perseroan. Kabar tentang ASABRI yang beredar luas di berbagai media, menurut dia, tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

”Kegiatan operasional ASABRI berjalan dengan normal dan baik. ASABRI dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya,” ujarnya.

Terkait kinerja portofolio saham ASABRI di pasar saham yang berguguran, Sonny mengakui ada beberapa penurunan nilai investasi. Namun, menurut dia, hal itu tidak berkaitan dengan kinerja ASABRI, melainkan kondisi pasar modal Indonesia yang memang sedang tidak baik. ”Penurunan nilai investasi ini hanya sementara. Manajemen ASABRI memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut. Dalam melakukan penempatan investasi, ASABRI senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi,” jelasnya.

Sebagai informasi, setidaknya ada 12 emiten dalam portofolio saham ASABRI. Mayoritas saham tersebut mengalami penurunan signifikan sejak penutupan perdagangan 2017 hingga penutupan perdagangan 2019. Jika dilihat dari portofolionya, rata-rata saham yang dibeli perseroan adalah saham-saham yang biasa disebut small-cap stocks atau saham dengan kapitalisasi kecil tetapi volatilitas harganya sangat tinggi.

Sonny menambahkan, dalam menjalankan kegiatan usaha, ASABRI selalu menerapkan prinsip good corporate governance serta patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan. ”Manajemen ASABRI terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta ASABRI dan stakeholders,” imbuhnya.

Meski Dirut ASABRI membantah ada masalah, Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD tetap merespons dugaan korupsi tersebut. Dia menegaskan lagi bahwa pekan ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bakal dia undang untuk mencari tahu persoalan yang tengah dihadapi perusahaan tersebut. Apabila dugaan korupsi benar-benar tampak, Mahfud memastikan pemerintah akan meneruskannya kepada penegak hukum.

Namun, lanjut Mahfud, pemerintah juga harus proporsional. Dugaan korupsi di ASABRI harus dipastikan lebih dulu sebelum ditindak. ”Yang penting kami pastikan dulu bahwa (dugaan korupsi) itu ada apa tidak,” ungkapnya. Sejauh ini, pihaknya melihat ada kesamaan pola antara masalah ASABRI dan PT Asuransi Jiwasraya.

Di sisi lain, Wamen BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menambahkan, Kementerian BUMN akan merombak jajaran direksi ASABRI. ”Ya saya kira pasti (perubahan manajemen ASABRI), tahun ini,” tegasnya. Kementerian BUMN juga terus berkoordinasi dengan regulator lainnya. Kartiko menyebutkan, ASABRI termasuk asuransi sosial. Karena itu, langkah penyelesaiannya pasti berbeda dengan Jiwasraya. Penyelesaian masalah tidak bisa dilakukan secara business-to-business (B2B). Namun, dia meyakini solusi akan muncul setelah koordinasi dengan otoritas terkait.(jpg)