Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wali Kota Bogor Bima Arya. (Humas KLHK)

intren.id – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Lebak, Banten mendapat perhatian Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Menurut dia, penghijauan pada konteks Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, Banten harus bersamaan dengan bangunan konservasi tanah dan air.

“Ini akan dilaksanakan segera setelah akses Sukajaya, Bogor dan tempat-tempat di Lebak selesai ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” ujar Menteri Siti Nurbaya kepada media, Sabtu (11/1/2020).

Siti yang melihat langsung kondisi Bogor usai dilanda bencana longsor mengungkapkan, interaksi dirinya dengan dua Bupati perempuan juga bagus yakni Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin. Dengan kerja sama ini, dia meyakini penanganan pascabencana di sana bisa dilakukan dengan baik.

Lebih lanjut diungkapkan, Siti beserta jajaran Kementerian LHK menindaklanjuti arahan Presiden dalam rangka penanganan holistik bencana Bogor, Lebak, dan lain-lain tempat terkait kawasan hutan dan konservasi dan secara umum wilayah hulu. Menurut rencana, akan segera dilakukan penanaman pada areal 2.500 Hektare di Lebak dan Bogor dan di antaranya dengan vetiver pohon akar wangi.

Dalam rangka teknis rinci lapangan, Siti Nurbaya berkunjung ke lokasi Kebun Bibit Desa bantuan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), KLHK di lokasi di Kota Bogor karena kebutuhan ruang terbuka hijau kota Bogor. Melihat hulu Jakarta yaitu Bogor, maka termasuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor sebagai kesatuan.

Menurut Siti, kebun bibit permanen sudah ada di Cimanggis dengan kapasitas produksi 1 juta bibit dan harus siap sesuai arahan Jokowi. Kebun-kebun bibit di sekitar lokasi yang harus dihijaukan. Direncanakan sekitar 100 unit di Bogor yaitu di kabupaten dan 100 unit di Kabupaten Lebak, termasuk unit-unit di Kota Bogor, yang didukung juga oleh kebun bibit di Dermaga.

Kata dia, Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan dan meminta dukungan jalan keluar kepada Menteri atau Pemerintah Pusat. Untuk penyelesaian tempat pembuangan akhir sampah atau TPA, serta terkait penanganan air limbah rumah tangga.

Siti merespons dengan langkah langsung yakni menugaskan Sekjen dan Dirjen untuk memantapkan kebun bibit sebanyak 60.000 batang tersebut dan untuk mengembangkan ekoriparian. Menata wilayah tersebut menjadi tempat yang nanti akan menjadi spot yang menarik ditata dengan taman dan lain-lain sehingga baik untuk swafoto dan hiburan masyarakat.

Dalam kaitan ini, maka kebijakan tata wilayah itu bisa dari segala aspek. “Saya minta Dirjen siapkan kebun bibit yang akan dipakai tanamannya dalam dua bulan ini untuk penghijauan. Dan bila lokasinya baik bisa dikembangkan menjadi lokasi yang baik dan menarik dikunjungi. Ini juga baik untuk Pemda,” kata dia. (luk)