Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (ist)

intren.id – Neni Moerniaeni meraih elektabilitas tertinggi dalam survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Melalui pertanyaan terbuka, sebanyak 33,18 persen menghendaki Neni melanjutkan kepemimpinan. Sedangkan dalam survei tertutup Neni meraih 39,09 persen.

Baca juga: Hasil Survei LSI di Bontang, Neni Ungguli Kandidat Lain

Tingginya elektabilitas Neni bukan tanpa sebab. Haerul Anam, tim riset LSI mengungkap alasan masyarakat Kota Taman menghendaki Neni melanjutkan kepemimpinan berdasarkan survei lembaganya.

Haerul menjelaskan tingkat kepuasan masyarakat terhadap sembilan masalah umum yang terjadi di Bontang. Misalnya pelayanan pendidikan, pelayanan administrasi publik meliputi pembuatan KTP, KK, akta, dan lainnya, fasilitas kebersihan, pelayanan listrik dan air bersih, kesehatan, keamanan, perbaikan tata kota dan penerangan jalan, penegakan hukum dan penanggulangan banjir.

Hasilnya, kepuasan responden mencapai rata-rata di atas 70 persen.

Baca juga:  11 Alasan Neni Masih Layak Pimpin Bontang

“Pembagian seragam sekolah gratis dan infrastruktur RSUD Taman Husada Bontang menjadi program incumbent yang dinilai berhasil oleh masyarakat,” terang Haerul.

Untuk diketahui, dari hasil survei tertutup LSI, Neni Moerniaeni menduduki peringkat atas dengan 39,09 persen. Posisi kedua Adi Darma dengan 23,86 persen, ketiga Basri Rase 8,64 persen, keempat Andi Ade Lapu 2,73, dan terakhir Nursalam dengan hasil 1,59 persen.

Dalam pertanyaan terbuka calon wali kota, sebanyak 33,18 persen masyarakat memilih Neni Moerniaeni yang disusul Adi Darma dengan 20,91 persen. Kemudian Basri Rase 4,32 persen, Andi Ade Lapu 0,91 persen, dan Nursalam 0,68 persen.

Selain itu juga muncul nama Abdul Malik dengan persentase 0,68 persen, Isro Umarghani, Andi Faizal Sofyan Hasdam, Bakhtiar Wakkang, dan Ma’ruf Effendi dengan memperoleh suara 0,45 persen. Sedangkan Bajuri, Joni Muslim, Dasuki, Agus Haris, dan Harun A Rasyid memperoleh hasil suara 0,23 persen dari masyarakat. (ak.id/gun)