LSI mengumumkan hasil survei Wali Kota Bontang 2020 pilihan masyarakat kepada awak media. (ak.id)

intren.id – Dalam kurun waktu 6 hari, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil survei masyarakat tentang elektabilitas calon kandidat Wali Kota Bontang. Lima peringkat teratas, nama Neni Moerniaeni berada pada urutan pertama kemudian disusul Adi Darma, Basri Rase, Andi Ade Lapu, dan Nursalam.

Dalam pertanyaan terbuka calon wali kota sebanyak 33,18 persen masyarakat memilih Neni Moerniaeni yang disusul Adi Darma dengan 20,91 persen. Kemudian Basri Rase 4,32 persen, Andi Ade Lapu 0,91 persen, dan Nursalam 0,68 persen.

Masih banyak nama calon kandidat lain yang turut disebut sebagai calon wali kota. Di antaranya Abdul Malik dengan persentase 0,68 persen, Isro Umarghani, Andi Faizal Sofyan Hasdam, Bakhtiar Wakkang, dan Ma’ruf Effendi dengan memperoleh suara 0,45 persen. Sedangkan Bajuri, Joni Muslim, Dasuki, Agus Haris, dan Harun A Rasyid memperoleh hasil suara 0,23 persen dari masyarakat.

Namun sebanyak 36,37 persen dari hasil survei rupanya ada masyarakat yang memilih tidak menjawab, merahasiakan, dan belum memutuskan pilihannya.

“Masih banyak responden yang dikategorikan sebagai swing voters sebanyak 36,37 persen yang dapat mengubah posisi suara,” kata Haerul Anam, Tim Riset PT LSI melalui konferensi pers di Hotel Bintang Sintuk, belum lama ini.

Sedangkan dalam survei tertutup, tim LSI menyebutkan 5 nama teratas tersebut kepada responden sebagai calon wali kota 2020 mendatang. Hasilnya nama Neni Moerniaeni kembali menduduki diperingkat atas dengan 39,09 persen. Posisi kedua Adi Darma dengan 23,86 persen, ketiga Basri Rase 8,64 persen, keempat Andi Ade Lapu 2,73, dan terakhir Nursalam dengan hasil 1,59 persen.

“Sedangkan yang tidak menjawab atau swing voters masih tinggi sebanyak 24,09 persen,” tuturnya.

Haerul mengatakan survei dilakukan mulai 3-8 Desember 2019. Metodologi survei dengan menggukan metode sampling (multistage random sampling) dengan melibatkan 440 responden dari 15 kelurahan di Kota Taman. Teknik pengumpulan data, lanjutnya, dengan melakukan wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner. Lalu dengan Margin of Error sebesar 4,76 persen.

“Dari survei itu tim kami tidak mengarahkan masyarakat untuk memilih calon wali kota. Itu murni ucapan spontan langsung dari responden ketika kami tanya siapa calon pemimpin yang akan dipilih nanti,” bebernya.

Dari hasil survei, Haerul menjabarkan beberapa tingkat kepuasan masyarakat terhadap 9 masalah umum yang terjadi di Bontang. Misalnya pelayanan pendidikan, pelayanan administrasi publik meliputi pembuatan KTP, KK, akta, dan lainnya, fasilitas kebersihan, pelayanan listrik dan air bersih, kesehatan, keamanan, perbaikan tata kota dan penerangan jalan, penegakan hukum dan penanggulangan banjir. Hasilnya, kepuasan responden mencapai rata-rata di atas 70 persen.

“Pembagian seragam sekolah gratis dan infrastruktur RSUD Taman Husada Bontang menjadi program incumbent yang dinilai berhasil oleh masyarakat,” terang Haerul. (ak.id/gun)