Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Siti berharap BUMN dapat membantu KLHK dalam pengusahaan ekowisata taman nasional. (Humas KLHK)

intren.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan membantu pengusahaan ekosiwata taman nasional. Yaitu dengan membantu kerja birokrasi khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam bidang pengusahaan ekowisata di taman nasional.

Hal ini diungkapkan Menteri LHK Siti Nurbaya dalam Rapat Koordinasi Direktur Utama BUMN di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (7/10/2019). “BUMN adalah bagian penting dari usaha ekonomi karena insting bisnisnya lebih tajam, saya kira kami di KLHK memang membutuhkan dunia usaha dalam mendukung kerja birokrasi,” ujar Siti dalam siaran persnya.

Berbicara di hadapan puluhan Direktur Utama BUMN, Siti mencontohkan KLHK yang memiliki wilayah pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo. Dia memandang jika ada keterlibatan BUMN dalam mengelola TNK khususnya dalam pengusahaan ekowisatanya, tentu pariwisata di TNK semakin baik kualitasnya.

Hal ini diharapkan memicu semakin banyak wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang. Keterlibatan BUMN bisa dari berbagai sisi, salah satunya bisa dimulai dengan mendukung perbaikan infrastruktur pariwisata TNK tentu dengan konsep yang baik secara bisnis.

Siti mengharapkan peran lebih dari BUMN tersebut karena saat ini KLHK sudah mengubah paradigma pengelolaan hutan. Terutama kawasan konservasi dari yang dahulu berisifat terbatas terhadap investasi, menjadi terbuka, terutama dengan konsep kolaborasi pengelolaan baik dengan dunia usaha maupun dengan masyarakat.

“KLHK saat ini sudah lebih membuka diri terhadap investasi, juga di kawasan konservasi, yang istilahnya dahulu di kawasan konservasi tidak boleh diusik/dimasuki manusia, sehingga ada istilah nyamuk pun tidak boleh mati, ranting tidak boleh patah di kawasan konservasi,” jelasnya.

Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang merupakan macam pengelompokan areal konservasi di Indonesia, termasuk di dalamnya Taman Nasional yang jumlahnya mencapai 521 unit di seluruh Indonesia semuanya memiliki potensi ekowisata yang sangat unggul.

Jika dukungan BUMN dalam pengelolaan taman nasional terutama dalam ekowisatanya dapat berhasil, kontribusi peningkatan kesejahteraan masyarakat pun semakin nyata, ini mengonkretkan tagline yang diusung BUMN yaitu BUMN Untuk Negeri.

Siti berkeyakinan, jika BUMN dapat menjadi penggerak utama dalam keberhasilan program-program KLHK lainnya. Seperti penanggulangan karbon emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui dana lingkungan hidup yang akan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup yang segera dibentuk setelah mendapatkan persetujuan Kementerian Keuangan.

“Ini (Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup) kalo ditangani BUMN akan lebih secure dan save, kami dorong itu karena ini untuk kepentingan bangsa,” imbuhnya.

Selain itu juga BUMN dapat lebih terlibat dalam masalah pengelolan sampah melalui dorongan kepada usaha circular ekonomi pemanfaatan ulang sampah. Selanjutnya juga dalam hal penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain mempercepat kemajuan pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan, kerja sama antara KLHK dengan BUMN diharapkan mendorong perbaikan lingkungan hidup. Mengingat BUMN terbukti berhasil menghasilkan sebuah proses bisnis yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Seperti dibuktikan dengan penghargaan Proper yang diraih oleh beberapa BUMN.

“BUMN sebagai pionir dalam tata kelola lingkungan yang baik akan membantu masyarakat memperoleh kualitas lingkungan yang baik sesuai yang diamanatkan oleh UUD 45,” tegas Siti. (luk)

Loading...