Peta lokasi Jalur Sesar Mendatar Kawa di Pulau Seram, Maluku. (BMKG)

intren.id – Gempa bumi yang terjadi di Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9/2019) mengungkap fakta baru. Jalur sesar yang diduga sumber gempa dengan magnitudo 6,5 tersebut ternyata sebelumnya pernah menewaskan ribuan orang dalam kejadian gempa bumi dan tsunami yang terjadi di masa lalu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI, Daryono menyatakan sumber gempa yang pada pekan lalu telah menewaskan sebanyak 28 orang tersebut diduga kuat berada di jalur sesar yang disebut Jalur Sesar Mendatar Kawa. Lokasinya berada di Pulau Seram.

“Gempa yang terjadi di Kairatu, Ambon, dan Haruku di Maluku yang terjadi tanggal 26 September 2019 ini merupakan rentetan dari kejadian gempa yang pernah terjadi di masa lalu,” sebut Daryono dalam konferensi pers penanganan bencana di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (2/10/2019).

Fakta tentang Jalur Sesar Mendatar Kawa ini ditemukan dari karya ilmiah terkait tektonik yang ada di Seram dan sekitarnya, yang disusun oleh Zhugang dkk di 2016. Dalam karya ilmiah tersebut, dijelaskan tentang Kawa Strike-Slip Fault Belt atau Jalur Sesar Mendatar Kawa, yang diduga memiliki kaitan dengan gempa 26 September lalu. Lantaran episenter gempa utama terletak tepat di jalur sesar tersebut.

“Yang lebih menarik lagi adalah keberadaan sesar ini mampu menjawab sumber gempa yang pernah terjadi pada masa lalu. Salah satunya adalah gempa dan tsunami tahun 1674 yang dikenal dengan tsunami Rumphius, yang menelan korban hingga lebih dari dua ribu orang. Ternyata sesar ini pernah mendatangkan gempa tersebut,” beber Daryono.

Bukan itu saja, sederet bencana dahsyat yang tercatat dalam sejarah pada kawasan tersebut juga tampaknya disebabkan oleh jalur sesar ini. Yaitu gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 diikuti tsunami di Seram pada tahun 1899 yang dikenal sebagai peristiwa Tsunami Elpaputih. Bencana alam yang juga terjadi di bulan September tersebut tercatat menewaskan sekira empat ribuan orang.

“Sehingga ada kisah Desa Elpaputih yang hilang karena diterjang tsunami. Kisah Tsunami Elpaputih itu sangat populer di sana bahkan diperingati setiap tahunnya, itu juga lokasinya berada di sesar ini,” terangnya.

Pada tanggal 14 Maret 2006 lalu, juga terjadi gempa di jalur ini yang memicu tsunami dan menewaskan tiga orang. Dari serangkaian gempa tersebut, BMKG menduga kuat gempa Ambon pada 26 September lalu dipicu oleh Jalur Sesar Mendatar Kawa ini.

Adapun terkait dengan keberadaan sesar ini, MKG sudah melakukan antisipasi. Di antaranya melakukan monitoring gempa, memberikan info, dan juga peringatan dini tsunami.

“Di wilayah Buru, Seram, dan Ambon, kami memiliki tujuh sensor gempa. Tahun ini akan ditambah delapan lagi, sehingga kecepatan analisis kita akan ditambah, lebih cepat informasi yang kita dapatkan dan butuhkan,” urai Daryono. (luk)

Loading...