Ilustrasi: Tanah Lot Bali (Radar Bali/JPG)

intren.id – Sektor pariwisata Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dunia. Kali ini melalui Bali. Pulau Dewata mendapat penghargaan sebagai Destination of the Year dalam ajang TTG Travel Awards 2019.

Penghargaan diberikan dalam The 30th Annual TTG Travel Awards Ceremony & Gala Dinner. Kegiatan tersebut dilangsungkan Kamis (26/9), di Centara Grand at CentralWorld, Bangkok.

Namun, bukan hanya itu penghargaan yang diraih. Indonesia juga membawa pulang penghargaan Best Boutique Hotel yang diraih Awarta Nusa Dua Resort & Villas. Sedangkan Mandarin Oriental Jakarta mendapat penghargaan Best City Hotel.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, penghargaan ini semakin menaikkan level pariwisata Indonesia. Serta pengakuan kualitas pariwisata Indonesia di level Asia Pacific.

“TTG Awards bukan event sembarangn. Ini event yang sangat bergengsi. Khususnya buat dunia pariwisata. Event yang sangat konsisten. Buktinya, sudah 30 tahun dilaksanakan. Dan tahun ini, Pariwisata Indonesia mendapatkan sejumlah penghargaan,” papar Rizki, didampingi Ketua Tim Pemenangan Wonderful Indonesia Vita Datau.

Menurutnya, penghargaan ini membuat posisi pariwisata Indonesia akan semakin diperhitungkan dikancah internasional.

“Dengan penghargaan bergengsi ini, dunia akan semakin melek dengan kualitas pariwisata Indonesia. Mereka akan semakin aware. Dan kita dapat diperhitungkan di dunia sebagai The Rising Star dalam dunia kepariwisataan dunia,” tutur Rizki Handayani.

Menurutnya TTG Travel Award adalah berdasarkan hasil Voting. Kegiatan ini melibatkan Industri dan pengamat travel se Asia Pacific. Survei dilakukan oleh TTG. Hasilnya, tidak hanya Kemenpar yang mendapat penghargaan.

Wanita yang akrab disapa Kiki itu menambahkan, penghargaan bergengsi yang diraih Bali membuat Kemenpar kian semangat mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata yang disebut Bali Baru.

Sepuluh destinasi tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo Tengger, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Morotai.

“Sepuluh destinasi ini memiliki keindahan yang tidak kalah dari Bali. Pesonanya sama. Oleh karena itu kita akan menggenjotnya dan memperkenalkan jika Indonesia bukan hanya Bali. Banyak destinasi yang memiliki keindahan serupa,” paparnya.

Namun, pemerintah juga fokus untuk menggenjot lima destinasi super prioritas. Yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.

“Untuk sementara, fokus pengembangan ada di lima destinasi super prioritas itu. Kita membenahi semua sektor sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Dari sisi aksesibilitas, kemudian infrastruktur, serta utilitas dasar yang harus siap tahun 2020,” terang Rizki Handayani.

Menteri Pariwista Arief Yahya memberikan ucapan selamat kepada Bali yang kembali mendapatkan penghargaan bergengsi.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya berdampak positif buat pariwisata Bali. Tetapi juga buat sektor pariwisata Tanah Air. Karena, bisa meyakinkan wisatawan untuk datang ke Indonesia. Untuk itu, Arief Yahya meminta momentum ini dimanfaatkan dengan baik.

“Pariwisata Indonesia mendapatkan sebuah momentum yang baik. Yaitu momen saat Bali dinobatkan sebagai Destination of The Years 2019. Inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan ke dunia jika pariwisata Indonesia memang yang terbaik. Dan kita bukan hanya memiliki Bali. Masih banyak destinasi lain yang tidak kalah bagus,” paparnya.

Ditambahkannya, penghargaan ini akan semakinmenaikkan gengsi pariwisata Indonesia. Untuk hal ini, Menpar Arief Yahya menggunakan rumus 3C, calibration, confidence, dan credibility.

“Calibration digunakan untuk melihat seperti apa positioning sebuah brand, dan membandingkannya dengan para kompetitor di mana Indonesia sudah diposisikan pada posisi global player. Penghargaan ini diharapkan bisa menambah kebanggaan masyarakat Indonesia dari sisi pariwisata. Semakin percaya diri (confidence),” tuturnya.

Award juga membuat credibility Indonesia kian diakui dunia. Dan hal ini mampu mendorong seluruh lapisan terkait pariwisata untuk meningkatkan kredibilitas.(uma)

Loading...