Bagi wanita, mempersiapkan asuransi sejak dini adalah suatu keharusan. (ist)

intren.id – Menikah dan memiliki anak adalah sebuah penghargaan tersendiri bagi seorang wanita. Peranannya sebagai istri seketika bertambah menjadi seorang ibu. Perubahan ini tentu tidak serta merta terjadi begitu saja. Semua ada prosesnya.

Pada proses ini ada proses program hamil bagi yang kesulitan mendapat momongan, ada pemeriksaan rutin kehamilan setiap bulannya, dan tentu saja melahirkan. Semua butuh biaya bukan?



Nah, berikut ini ada beberapa hal yang perlu wanita perhatikan baik sebelum maupun sesudah menikah agar lebih siap dari segi biaya dalam proses perubahan dari istri ke ibu tersebut.

Hal yang perlu disiapkan

1. Asuransikan Kesehatan

Sebagai calon istri atau pun calon ibu, penting memiliki jenis asuransi yang satu ini. Kalau sebelum menikah sudah punya, begitu menikah tidak perlu repot urus asuransi kesehatan lagi. Sekalipun suami sudah terdaftar asuransi di kantor atau suami sudah mengasuransikan istri pada asuransi keluarga, memiliki asuransi kesehatan tetap tidak ada salahnya.

Asuransi kesehatan sendiri manfaatnya tidak terbatas hanya bisa digunakan saat sakit saja, begitu kita hamil bahkan melahirkan beberapa polis ada yang memasukan hal tersebut ke dalam manfaat polisnya. Jadi, calon bayi juga ikut terlindungi.

Perlu calon ibu ketahui, bahwa hamil dan melahirkan memiliki risiko. Saat masih hamil ada kemungkinan keguguran dan perlu di kuret, demikian juga saat melahirkan ada risiko pendarahan, komplikasi, hingga kematian. risiko fatal ini berdampak sekali pada kesehatan ibu dan bayi. Itulah kenapa asuransi kesehatan diperlukan. Karena, apabila risiko-risiko tersebut juga harus terjadi dan kita hadapi, biayanya besar juga.

Tanpa asuransi bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kita. Menghadapi beban mental berikut beban keuangan.

2. Asuransi Jiwa Lebih Lengkap

Selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa juga bisa menjadi pilihan tepat bagi calon ibu. Perlindungan dari asuransi jiwa lebih menyeluruh, lebih banyak manfaat yang bisa kita dan keluarga dapatkan.

Tidak hanya saat kesehatan yang terganggu, apabila terjadi kematian pun dana asuransi jiwa bisa menjadi santunan yang akan keluarga kita dapatkan. Termasuk juga jika kita mengalami masalah kesehatan yang dampaknya jangka panjang, seperti cacat atau mengidap penyakit berat. Dana ini bisa membantu masalah finansial yang dihadapi, khususnya oleh istri atau ibu jika sang suami yang mengalaminya.

3. Penyakit Ada Asuransinya?

Wanita memiliki risiko terkena beberapa penyakit kritis. Contohnya kanker serviks dan payudara, osteoporosis, stroke, jantung, dan diabetes. Penyakit ini memiliki risiko kematian dan dalam penyembuhan serta pengobatannya memerlukan biaya yang besar.

Apakah kita siap jika penyakit ini menyerang? Bagaimana dengan suami atau anak-anak kita?

Karena memerlukan biaya yang tidak sedikit, otomatis jika kita tidak memiliki persiapan keuangan sebelumnya, dampaknya akan dirasakan suami dan anak-anak.

Gaji suami yang biasa dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk anak-anak pasti akan dialihkan ke kebutuhan penyembuhan dan pengobatan tersebut. Kalau anak-anak belum bekerja dan masih mengandalkan orangtua, pasti akan menjadi korban masalah keuangan tersebut.

Oleh karena itu, mempertimbangkan asuransi terutama yang mampu mengcover berbagai risiko penyakit pada wanita ini lebih disarankan. Preminya mungkin sedikit lebih besar, tapi manfaatnya juga tak kalah banyak.

Seorang istri atau ibu selalu berpikir tidak apa-apa dirinya yang sakit atau menderita, tapi jangan suami dan anak-anaknya. Tapi, suami dan anak-anak pun pasti tidak mau kehilangan sosok istri dan ibu dalam keluarganya tersebut. Mereka rela berkorban juga untuk kesembuhan itu.

Asuransi akan menjadi salah satu penengah pada keadaan ini. Sesuai prinsip asuransi yang bertujuan mengurangi risiko finansial, biaya pengobatan saat sakit teratasi. Dengan demikian tidak perlu mengambil seluruh penghasilan ayah untuk kebutuhan rumah tangga dan anak.

Kapan Waktu Bagi Ibu Ikut Asuransi?

Melihat manfaat asuransi yang begitu banyak, pasti para calon ibu bahkan yang belum menikah pun mulai kepikiran ikut asuransi. Oleh karena itu, perlu tahu sebaiknya kapan produk asuransi ini dibeli.

Asuransi itu berjangka. Ada yang terbatas beberapa tahun dan ada yang hingga seumur hidup. Cukup pertimbangkan jangka waktu tersebut. Mampukah asuransi ini meng-cover hingga setelah menikah nanti?

Jika belum bisa, maka sesudah menikah harus segera memperpanjang atau ikut asuransi lagi yang cakupan pertanggungannya bisa meng-cover seluruh kebutuhan asuransi setelah menikah tersebut.

Untuk menentukan asuransi yang tepat, jangan ragu mencari tahu. Situs seperti Lifepal akan membantu memudahkan dalam mencari produk asuransi yang dibutuhkan. (gga)

Loading...