Kepala BPTP Kepri, Dr Ir Mizu Istianto MP memberikan edukasi kepada para kelompok tani dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam, Selasa (10/9).

intren.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau (BPTP Kepri) bersama Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Paspa) Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam, Selasa (10/9).

Bimtek yang ditujukan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan dan mengupayakan solusinya ini dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani (KT) Maju Mandiri, Setokok, Kota Batam.



Peserta sebagian besar berasal dari 3 kelompok tani di Setokok ditambah beberapa orang perwakilan petani dari wilayah lain. Ketiga kelompok tani dari Setokok antara lain, KT Maju Mandiri, KT Maju Bersama, dan KT Subur Makmur.

Para peserta dari kelompok tani antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam, Selasa (10/9).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam yang diwakili Sekretaris, Ashraf Ali SE menyampaikan dalam sambutannya, sektor pertanian sampai saat ini belum termasuk prioritas dalam anggaran Pemko Batam. Indikatornya nampak pada besaran anggaran sektor pertanian yang relatif rendah.

“Dengan demikian menjadi sangat penting sinergi instansi terkait lingkup pertanian baik di tingkat provinsi maupun instansi pusat seperti badan litbang pertanian yang diwakili BPTP Kepri sebagai UPT yang kantornya ada di Kepri,” katanya.

Ashraf menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam menyampaikan terima kasih atas berbagai inisiasi kegiatan dari para pihak terkait. “Di antaranya seperti bimtek yang dilaksanakan pada kesempatan ini,” bebernya.

Abadikan momen bersama usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam, Selasa (10/9).

Kepala BPTP Kepri, Dr Ir Mizu Istianto MP menyampaikan bahwa bimtek yang dilaksanakan ini merupakan kali kedua di lokasi yang sama.

“Dengan maksud untuk memantapkan pembelajaran dan mengambil pelajaran dari pengalaman penerapan di lapangan yang telah berjalan memasuki tahun kedua,” jelasnya.

Sementara, Dr Ir Evi Savitri Iriani MSi selaku Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Pengkajian (Kabid KSPHP) BB Paspa menegaskan, salah satu yang menjadi perhatian Menteri Pertanian adalah terkait penumbuhan petani milenial.

Meninjau langsung lokasi pertanian di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam Selasa (10/9).

“Bimtek ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat kaum muda agar menekuni bidang pertanian. Selain budidaya, dari BB Paspa juga siap untuk membimbing dalam hal penanganan pasca panen yang baik,” terang Evi.

Lebih lanjut lagi, kata dia, jika telah terjadi kelimpahan produksi, maka BB Paspa juga telah siap dengan teknologi pengolahan agar produk menjadi aneka olahan dan dapat meningkatkan nilainya.

Bimtek inovasi teknologi pertanian kali ini difokuskan pada budidaya cabai yang baik. Mizu Istianto sebagai narasumber utama menekankan pada penyiapan bibit yang sehat untuk menghasilkan tanaman cabai yang baik.

“Rumah bibit dan perlakuan pada pembibitan menjadi kunci untuk menghasilkan bibit yang sehat. Bibit sehat memberi harapan untuk menjadikan tanaman sehat ketika dipindah tanam ke lahan,” lanjut Mizu Istianto lagi.

Sesi diskusi diberi kesempatan secara leluasa untuk menggali permasalahan di lapangan untuk dicari solusi penyelesaiannya. Setelah mengikuti bimtek ini diharapkan para petani makin semangat, cabainya sehat, produksi cabai dan pendapatan serta kesejahteraan petani meningkat. (gun)

Loading...