Adegan dalam film Gundala (Dok. Bumilangit Studios)

intren.id – Pendekatan realistis menjadi salah satu poin plus film Gundala yang paling banyak dipuji penonton. Seperti kehendak sang sutradara Joko Anwar, film Gundala memang terkesan akrab dan dekat di masyarakat karena penggunaan lokasi yang nyata.

Demi membuat film yang keren, Joko dan tim Gundala bekerja keras untuk mencari lokasi yang pas untuk syuting. Pencarian lokasi ini dinilai Joko merupakan hal yang paling susah.

“Rumah susun, stasiun kereta, percetakan, pasar tradisional, dan lain-lain. Memang demikianlah situasi asli Indonesia saat ini. Jadi setting-nya juga saat ini. Bukan saja supaya Gundala terlihat organik, tapi memang untuk syuting pake full green screen budget-nya gak nyampe,” kata Joko.

Untuk mendapatkan gambar yang baik, Joko mengungkapkan lokasi syuting harus sering berpindah. Hal itu dilakukan demi kepuasan penonton. “Misalnya adegan pasar, dalam pasar di Bogor, depan pasar di Tangerang, samping pasar di Jakarta Kota. Enggak apa-apa capek asal yamg terbaik buat penonton,” jelasnya.

Hingga hari kelima penayangan, Gundala sudah ditonton lebih dari 800 ribu penonton. Gundala merupakan film superhero Indonesia pertama yang menjadi pembuka film-film superhero lokal berikutnya yang tergabung dalam saga Sinema Jagat Bumilangit.

Keapikan pemilihan lokasi Gundala juga mendapat pujian dari colorist Marvel Comics Sunny Gho. “Yang scout lokasi buat #Gundala siapa sih, ingin saya peluk kalau orangnya mau. Keren banget lokasi-lokasinya. Semoga belum habis lokasi keren buat yang film-film selanjutnya,” cuitnya. (jpg)