Dua siswi SMAN 2 Palangka Raya Aysa dan Anggi saat menampilkan karya ilmiah di Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019. (istimewa)

intren.id – Dua remaja putri Indonesia asal Kalimantan Tengah, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri yang menemukan obat kanker payudara telah kembali ke Indonesia. Keberhasilan keduanya meraih penghargaan di kompetisi intrenasional mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Kedua siswi SMA 2 Palangka Raya tersebut diundang Sugianto Sabran ke Istana Isen Mulang, Selasa (13/8). Dalam pertemuan itu, Sugianto menyatakan rasa kagumnya atas keberhasilan Aysa dan Anggi meraih medali pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Saking kagumnya, Sugianto memerintah jajarannya untuk segera membantu proses mematenkan temuan dari Aysa dan Anggi. “Saya sudah perintahkan Sekda, Kadis Kesehatan, dan instansi terkait lainnya untuk membantu segera dipatenkan. Sehingga mereka bisa mendapatkan paten atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya,” tegas gubernur.


Baca Juga: Temukan Obat Penyembuh Kanker Payudara, Dua Remaja Indonesia Raih Emas

Pada pertemuan itu, Sugianto Sabran didampingi Sekdaprov Fahrizal Fitri, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul dan sejumlah pejabat lainnya. Sedangkan Aysa dan Anggi Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

Dengan dipatenkannya hasil karya kedua putri Dayak itu, imbuh gubernur, dapat untuk memberikan perlindungan atas kekayaan alam Kalimantan Tengah khususnya, Indonesia secara umum.

“Yang mereka temukan ini sangat luar biasa. Bukan saja hanya dibutuhkan oleh orang Kalteng, tapi Indonesia bahkan dunia. Jadi jangan sampai nanti hasil karya intelektual ini justru malah diakui oleh orang lain, apalagi oleh negara lain. Ini harus kita lindungi,” tandas gubernur.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memberikan bantuan dana pembinaan. Masing-masing mendapat Rp 30 juta. Tidak hanya itu, Yazid, orang yang pertama kali memberikan ide kepada Aysa dan Anggi tentang penelitian akar bajakah sebagai obat kanker pun mendapat apresiasi dana dari Pemprov Kalteng.

“Sebetulnya saya ingin bertemu mereka dari kemarin-kemarin. Sebelum mereka berangkat ke Korea. Tetapi karena kesibukan, tidak sempat. Baru hari ini saya sempat serahkan,” pungkasnya. (jpg/uma)

Loading...