Mina alias Apong, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (13/8). Foto:Yulianti/Intren.id)

intren.id – Kasus dugaan penipuan terhadap bos PT Hosana Exchange, Amat Tantoso, terus bergulir. Terdakwa dalam kasus ini, Mina alias Apong, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (13/8).

Di depan hakim dan Amat Tantoso yang dihadirkan sebagai saksi, Mina mengakui telah mentransfer uang sebesar 100.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 1.089.000.000 kepada Hong Koon Cheng alias Kelvin, warga Malaysia yang kini berstatus buron.

Mina mengaku sudah lama kenal dengan Kelvin. Bahkan mengaku kenal dekat. Sebab WN Malaysia itu sering melakukan penukaran mata uang asing di money changer yang dinaungi PT Hosana Exchange. Saat itu, Mina menjabat sebagai Manager Operasional di PT Hosana Exchange.

Kasus dugaan penipuan itu terjadi pada September 2018 lalu. Saat itu, Kelvin minta Mina meminjamkan uang milik perusahaan. Alasannya, Kelvin akan membuka usaha. Bahkan ia sempat menjanjikan akan membuka usaha jual beli valuta asing (money changer) di Batam yang kelak akan dikelola bersama Mina.

Saat itu, melalui percakapan WhatsApp, Kelvin minta Mina mentrasfer uang sebesar 100.000 dolar Singapura ke nomor rekening bank milik Kelvin. Namun Mina menolaknya.

Kelvin kembali mendesak, namun Mina lagi-lagi menolak.

Tak patah arang, Kelvin meminta untuk ketiga kalinya. Dalam permintaan yang terakhir itu, Kelvin berjanji akan mengembalikan uang sebesar 100.000 dolar Singapura itu dalam kurun waktu tiga atau empat hari.

Tak hanya berjanji membayar pinjaman dalam tempo yang singkat, Kelvin juga merayu Mina. Bahkan Kelvin menggunakan kata ‘sayang’ untuk Mina.

“Bantulah sayang, kita sudah teman baik. Masa kamu tidak mau bantu saya. Pokoknya saya tanggung jawab dengan uang itu. Kamu percayalah sama saya,” kata Mina mengutip percakapannya dengan Kelvin pada awal September lalu.

Mendengar hal itu, Mina menjadi yakin bahwa Kelvin akan membayar uang pinjaman tersebut. Mina pun segera membuat nota bukti pengeluaran kas sebesar 100.000 dolar Singapura.

Bukti pengeluaran kas tersebut ia bawa ke kasir PT Hosana Exchange. Setelah menerima uang 100 ribu dolar Singapura dari kasir, Mina menyerahkannya ke Fendy, karyawan lain di PT Hosana Exchange. Kemudian Fendy-lah yang mentransfer uang tersebut ke rekening Kelvin.

Perbuatan Mina ini tanpa sepengetahuan bosnya, Amat Tantoso. Untuk menutupi perbuatannya itu, Mina kemudian membuat nota bukti penerimaan uang sebesar 100.000 dolar Singapura. Padahal uang tersebut belum dibayarkan oleh Kelvin.

Manipulasi laporan keuangan ini baru ketahuan pada April 2019. Saat itu Amat Tantoso melakukan audit keuangan di perusahaan money changer miliknya itu. Sehingga diketahui, jumlah kas perusahaan tidak sesuai dengan laporan yang ada.

Akhirnya, Mina menjelaskan semuanya. Kepada Amat, Mina mengaku telah mentransfer uang sebesar 100.000 dolar Singapura kepada Kelvin.

Saat itu juga, Amat meminta Mina untuk menagih uang pinjaman itu ke Kelvin. Ketika itu, Kelvin menyanggupi membayar sebagian, atau sebesar Rp 7 miliar melalui selembar cek. Namun, cek yang diserahkan ke Mina ternyata belum ditandatangani.

Bersama Mina, Amat kemudian menemui Kelvin dan memintanya menandatangani cek. Namun Kelvin menolak. Hal inilah yang memicu cekcok antara Kelvin dan Amat dan berujung pada penikaman terhadap Kelvin oleh Amat Tantoso. Saat ini Amat Tantoso berstatus terdakwa dalam kasus penikaman tersebut.

Di depan hakim dalam sidang kemarin, Mina mengaku ditipu dan dimanfaatkan oleh Kelvin. Sebab ia sama sekali tidak ikut menikmati uang yang dipinjam Kelvin itu.

Kepada hakim Mina mengaku percaya dengan Kelvin karena sudah kenal dekat. “Kalau pacaran enggak, cuma memang dekat saja,” ungkapnya.

Amat Tantoso sendiri mengaku, kerugian yang ia alami bukan hanya 100 ribu dolar Singapura saja. Melainkan ada kerugian material lainnya yang ia sebut mencapai Rp 30 miliar. Namun ia enggan merincinya.

Terkait perbuatan Mina, Amat mengaku tak percaya. Sebab bagi dia, Mina sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

“Sejak kecil dia ikut saya. Makanya kami sayang dia,” kata Amat, Selasa (13/8).

Bahkan Amat sempat menitikkan air mata saat Mina meminta maaf kepadanya di hadapan hakim, kemarin. Saat memeluk erat Mina, Amat tak kuasa membendung air matanya.

“Mina sudah saya anggap keluarga sendiri,” katanya.

Sementara itu, saat ini Kelvin diduga sudah kembali ke negaranya di Malaysia. Status Kelvin adalah tersangka kasus dugaan penipuan dan menjadi buron atau DPO Polresta Barelang. (une)